Senin, 24 Juni 2013

Uang Kertas Adalah Sihir Dajjal

Staf Direktorat Sistem Manajemen Investasi

Dajjal mengelabui manusia dengan menampakkan air sebagai api dan api sebagai air. Ia juga menampakkan uang kertas takbernilai sebagai harta bernilai.

Salah satu pertanda dekatnya hari kiamat adalah merajalelanya Dajjal serta Ya’jud dan Ma’jud di muka bumi ini. Terlepas dari berbagai macam tafsiran akan bangsa Ya’jud dan Ma’jud serta Dajjal ini, Rosulullah Muhammad sallalahu alayhi wa sallam telah memberikan kabar bahwa salah satu ciri dari Dajjal ini adalah bahwa mereka
membawa/menawarkan surga dan neraka, membawa sungai api dan sungai air. Tapi, sebenarnya surga yang ditawarkan adalah neraka sedangkan yang neraka adalah surga. Demikian juga halnya sungai api adalah sungai air sedangkan sungai air adalah api.

Demikian diungkapkan oleh Maulana Muhammad Ali dalam terbitan Darul Kutubil Islamiyah Jakarta setelah diterjemahkan oleh H.M. Bachrun dalam buku yang berjudul Dajjal, Ya’jud dan Ma’jud. Dalam kitab Shahih Muslim No.5227 disebutkan, Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah sallalahu alayhi wa sallam. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya.’

Siapa Dajjal?
Maulana Muhammad Ali juga menuliskan bahwa mengalahkan Dajjal adalah dengan dalil. Itulah salah satu cara membentengi diri. Masih menurut Maulana Muhammad Ali, bahwa Dajjal bukanlah satu mahluk melainkan segolongan bangsa. Kamus Lisanul Arab menyebutkan beberapa pendapat mengenai hal ini, mengapa disebut namanya sebagai Dajjal. Kata Dajjal sendiri bersal dari kata dajala yang artinya menutupi (sesuatu).

Beberapa pendapat yang dikemukakan dalam kamus tersebut antara lain bahwa ia disebut Dajjal karena ia pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lain menyatakan karena ia menutupi bumi dengan bilangan atau jumlahnya yang sangat besar. Pendapat lain mengemukakan bahwa karena ia menutupi manusia dengan kekafiran maka ia disebut Dajjal. Adapula yang mengatakan karena mereka tersebar dan menutupi seluruh muka bumi.

Pendapat terakhir menyatakan bahwa dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang produksinya, barang buatannya keseluruh dunia. Artinya ia menutupi dunia dengan barang dagangannya dan ia mentupi maksud hatinya yang sebenarnya dengan kata-kata palsu dan tipu muslihat.

Uang Kertas Sihir Dajjal
Membaca ulasan Bapak Marsono, Al Wakil Wakala At Tawazun dalam artikelnya, Uang di Dunia Matrix, bahwa selama ratusan tahun kita terbelenggu dengan kesejahteraan semu dengan penggunaan uang kertas tanpa kita

menyadari bahwa dengan sistem moneter tersebut, secara pasti kesejahteraan kita terampok oleh inflasi dan tatanan kehidupan kita rusak karena riba yang merajalela. Menurut A Riawan Amin dalam Satanic Finance: True Conspiracies, uang kertas terutama dalam wujud dollar adalah komoditi ekspor yang sangat laku. Padahal ini uang yang tak bernilai sama sekali.

A Riawan Amin juga mengungkapkan bahwa sistem moneter dunia saat ini didasarkan atas tiga pilar setan yang salah satunya adalah konsep system fiat money. Apa bila diistilahkan maka fiat money alias uang kertas tidak lain adalah uang semu yang sama sekali tidak memiliki daya beli. Uang yang sayang sekali adalah pegangan hampir seluruh manusia dibumi dimasa ini.

Inilah salah satu bentuk muslihat yang dibawa oleh Dajjal. Mereka membawa sungai air, yang dalam hal ini adalah uang kertas yang tiada memiliki nilai, tidak memiliki harga yang materiil. Dengan uang ini manusia dibuai dengan kekayaan, dengan uang semu ini pula ummat Islam dicederai dalam pelaksanaan agamanya. Ummat Islam dibuai bahwa kepraktisan uang kertas akan memudahlan dalam menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Menghitung segala bentuk infaq, menentukan zakat, shodaqoh dan lain sebagainya dengan uang kertas. Maka Ummat Islampun kehilangan ruh dari pelaksanaan syariat. Ummat islam menjadi terbiasa dengan hitungan hitungan semu dan diperdaya oleh akad-akad penuh tipu muslihat dan kecurangan dalam setiap muamalahnya. Dan hasilnya adalah kekalahan secara ekonomi pada masa kontemporer ini.

Rasululloh Muhammad sallalahu alayhi wa sallam telah berpesan untuk melawan dajjal dengan dalil, maka untuk melawan sungai air yang ditawarkan oleh golongan dajjal dalam sistem ekonomi ini, sudah tentu harus kembali pada nuqud nabawiah, mata uang surgawi dalam istilah A Riawan Amin. Mata uang yang dicontohkan Nabi Muhammad sallalahu alayhi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari beliau, mata uang nabawiyah. Penerapan kembali uang emas dan perak seperti pada masa Rosululloh Muhammad sallalahu alayhi wa sallam dalam perekenomian internasional adalah suatu keharusan. Mengembalikan kembali tatanan perekonomian yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Kesimpulan
Mempraktekkan kembali penggunaan nuqud nabawiyah, dinar dan dirham dengan standar yang benar dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam kewajiban berzakat, ketentuan tentang diyat dan hudud, serta sunnah Nabi, sallalahu alayhi wa sallam, seperti pembayaran mahar, sedekah, maupun ketentuan dalam muamalat seperti shirkat, qirad, dan lain sebagainya adalah suatu keharusan. Pelaksanaannya dengan sebaik-baiknya akan menjadikan perekonomian Ummat Islam kembali kuat dan sekaligus membentengi diri dari pengaruh Dajjal. Tidak akan ada lagi istilah krisis moneter yang tak lain akibat dari sistem uang kertas, yang sepenuhnya berbasis pada riba. Dinar dan Dirham adalah jawabannya, solusi perbaikan ekonomi Ummat.

Yahudi dalam film kartun Tom And Jerry dan Rumah Produksi MGM Cartoon

PERNAH nonton film kartun Tom and Jerry? Lucu dan menggemaskan memang, serial kartun dengan format, si kucing tidak pernah sanggup memakan si tikus. Jangankan memakan, menangkapnya saja susahnya minta ampun, kalaupun si tikus berhasil ketangkap, dia akan berhasil lolos lagi.

Tapi tidakkah Anda berpikir, sejago jagonya tikus, tikus tidak akan sanggup mengalahkan kucing, untuk lolos dari tangkapan kucing saja tikus sudah untung, bahkan biasanya tikus selalu dipermainkan oleh kucing, bukan kucing yang dipermainkan tikus. Inilah sesungguhnya cermin kelicikan Yahudi dibalik film dan kartun yang banyak mereka produksi.
Memang cuma film kartun untuk anak anak, tapi bukankah semenjak anak anak bisa dijejali dengan doktrin seperti itu, bukankah anak anak mudah untuk di pengaruhi?

Disini kita mesti jeli mengaitkan stigma Yahudi pada masa Hitler. Karena apa yang ditampilkan sejarah selama ini bahwa Yahudi adalah kaum tertindas di Eropa oleh Rezim Nazi tidaklah sepenuhnya benar. Oleh karena itu, bagai sekali mengayuh satu-dua pula terlampaui, Film Tom and Jerry juga memiliki misi untuk betul-betul mendoktrinasi umat manusia bahwa mereka benar-benar mengalami penyiksaan parah di Eropa dan layak untuk menghuni Palestina. Padahal kita ketahui bersama, setting Holocaust juga diciptakan oleh Yahudi.

Lantas peran apa yang dimainkan Yahudi dalam serial kartun menghibur ini? Ini bisa kita telusuri dari aktor utama dalam tayangan yang diproduksi MGM Cartoon tersebut. Jerry Si Tikus kecil adalah personifikasi dari diri mereka sendiri. Meski jumlah Yahudi relatif sedikit, sering dihinakan oleh kaum “anti semit”, namun mereka berhasil membalikkan itu semua dan menguasai dunia. Saat ini, kendali perekenomian, politik, dan milter pun dibawah kendali Yahudi. Mereka boleh saja dihinakan sebagai tikus, namun nyali mereka tidaklah sekecil tikus.

Kalau begitu, siapakah yang sebenarnya dimaksudkan Yahudi sebagai Tom dalam hal ini? Maka mereka dengan senang hati mengatakan bahwa si kucing besar itu adalah musuh-musuh mereka saat ini, khususnya adalah

umat Islam. Ya kucing besar yang kucar-kacir meski hanya menghadapi seekor tikus. Juga termasuk kucing-kucing besar bernama Arab yang bertekut lutut dalam rona ketiak Yahudi.

Bayangkan Yahudi begitu lihai memainkan peran Jerry si tikus kecil, pintar, lagi cerdas ini. Kita sama sekali tidak terganggu dengan “kekejaman” yang dilakukan Jerry. Aksi kekerasan terhadap musuh-musuhnya menjadi hal lumrah untuk kita maklumi. Inilah episode penting yang mereka mainkan untuk menutupi tipu daya mereka selama ini. Lantas dengan memainkan wacana anti semitisme pun mereka seakan-akan menjadi pihak yang lemah dan tertindas oleh kepongahan dunia selama ini. Padahal kalau kita mau berfikir seksama, siapa yang diuntungkan dalam wacana anti semitik? Umat Islam atau bangsa Yahudi?

Kita ketahui bersama Para pendiri Zionisme sebenarnya telah berputus asa dalam memerangi gelombang anti-semitisme. Akhirnya, mereka memandang bahwa anti-semitisme sebagai sebuah sekutu, sebab keduanya bertujuan sama yakni memindahkan kaum Yahudi di negeri mereka tinggal. Henry Ford dalam bukunya ’The International Jews’ mengatakan bahwa, “Kesadaran orang Yahudi yang teguh atas ’Goy” (non-Yahudi) inilah yang merupakan penyakit Yudaisme, tradisi yang berusia berabad-abad untuk memisahkan diri. Tidak ada itu yang namanya anti-semitisme. Tapi sungguh ada yang namanya anti-goyisme.”beda-dunia.blogspot.com

Tom and Jerry diciptakan pertama kali oleh William Hanna dan Joseph Barbera saat awal-awal perang dunia pada tahun 1939. Seri animasi ini diproduksi oleh MGM Cartoon Studio di dalam jaringan hiburan Kabbalah bernama Hollywood pada tahun 1940 hingga 1957 saat unit animasi studio tersebut ditutup.

Hanna dan Barbera pun bagai sebuah misteri dimana identitas agama mereka terkesan ditutup-tutupi. Kita bisa melihat bahwa wikipedia pun tidak mengisi kolom agama dari William Hanna. padahal ia adalah nama tersohor dalam jagad hiburan dunia. Atau jangan-jangan inikah cara Hollywood untuk menutup mata dunia bahwa Tom and Jerry adalah bagian dari konspirasi Yahudi?

Akar-Akar Yahudi Dalam Diri Superman

TUJUH puluh lima tahun setelah meledak di dunia buku komik, bau Yahudi masih terasa dalam diri Superman. Bukan hanya karena ia diciptakan oleh dua remaja Yahudi dari Cleveland, penulis Jerry Siegel dan tukang gambar Joe Shuster, yang memulai debut Si Manusia Baja ini pada Juni 1938 di Action Comics No 1. Tapi lihatlah hampir semua akar Yahudi ada dalam diri Superman.

Mulai dari nama Krypton sampai sebuah diskusi panel di Skirball Cultural Center yang bertajuk “Superman Di Usia 75: Seorang Pahlawan Yahudi Sepanjang Masa”.
Dalam acara itu, salah seorang panelis mengemukakan sebuah pertanyaan menarik: ‘Apa agama Superman?’

Larry Tye, penulis buku “Superman: The High-Flying History of America’s Most Enduring Hero”, yang terbit di tahun 2012, mengartiskan semua mitos Superman adalah Yudaisme atau ajaran Yahudi.

“Bukti etnis asal Superman dimulai dengan Kal-El, nama Krypton,” kata Tye. “‘El’ berarti Tuhan. ‘Kal’ ini mirip dengan kata-kata Ibrani untuk suara dan kapal. Bersama-sama, mereka menyarankan bahwa bayi super asing itu bukan hanya orang Yahudi, tetapi sangat khusus, seperti Musa.”

Tye juga melihat persamaan antara Taurat dan tokoh ciptaan Siegel dan Shuster itu. Sebagai contoh,

Superman kecil yang dilarikan ke bumi mirip dengan kisah Musa yang dihanyutkan oleh ibunya di sungai nil. Bahkan Amerika, tempat yang dipilih Superman adalah cita-cita yang “sangat Yahudi”.

“Tiga kaki dari mitos Superman—kebenaran, keadilan dan cara Amerika, langsung dari Mishnah,” kata Tye. “‘Dunia’ itu berbunyi, ‘bertahanlah pada tiga hal: Keadilan, kebenaran dan perdamaian’”.

Menurut Tye, Superman akan terus laku dijual sebagai barang dagangan di seantero dunia. “Bahkan jika sekalipun ia menanggalkan celana dalamnya itu,” seloroh Tye.

Tye tahu mengapa Superman, akan terus menghibur dan menginspirasi. “Dia tidak sinis seperti Batman atau solid seperti Spider-Man,” jelas Tye. “Untuk agamanya, Superman dapat memperkuat iman apa pun yang mereka anut, karena bagi orang yang tidak percaya, ia adalah mesias sekuler.”

Tye benar. Superman: Man of Steel besutan Zack Snyder sudah beredar beberapa hari yang lalu. Kemunculannya di hari pertama menangguk untung lebih dari 100 milyar dolar dan menempatkannya sebagai film terlaris tahun ini. Itu di Amerika, beberapa hari ke depan, Superman akan terbang ke seantero dunia. Sembari mengeruk untung, juga menyuntikkan akar-akar Yahudi, supaya orang makin terbiasa dan lupa.

sumber: zilzaal

Amerika adalah Negara Kabalis

Dari seluruh negara yang ada di permukaan dunia, hanya Amerika Serikat yang lambang negaranya terdiri dari dua sisi dan masing-masing sisinya sarat mengandung simbol setan. Benarkah itu?

Dasar filosofi suatu negara terletak pada Lambang atau Simbol negaranya. Di mana pun di dunia ini, maknanya selalu demikian.
Amerika Serikat yang resmi berdiri pada tahun 1776, memiliki Lambang Negara yang cukup unik karena memiliki dua sisi. Satu sisi bergambar Burung Elang yang mengembangkan sayap dan kedua kakinya mencengkeram anak panah dan daun zaitun, sedangkan sisi lainnya bergambar piramida masonik.



Di atas kepala burung elang tersebut, ada sekumpulan bintang yang membentuk susunan Bintang David. Bila dicermati, lambang negara Amerika Serikat ini dipenuhi dengan berbagai simbol yang seluruhnya mengarah kepada angka 13. Angka 13 sendiri sejak lama sudah dikenal dunia sebagai angka mistis yang sarat dengan pemujaan terhadap setan.

Selain sebagai angka setan, 13 juga bisa dianggap menyimbolkan 13 suku Israel, di mana suku ke-13 adalah Suku Benjamin yang terbuang. Atau 13 juga menyiratkan banyaknya jumlah koloni Inggris di Amerika saat Inggris masih berkuasa di benua itu. Apa pun, angka 13 ternyata memang banyak terdapat di lambang negara adidaya tersebut. Inilah buktinya:

Sisi Burung Elang, angka 13 terdapat di:
• 13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
• 13 garis di perisai atau tameng burung.
• 13 daun zaitun di kaki kanan burung.
• 13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun

zaitun.
• 13 anak panah.
• 13 bulu di ujung anak panah.
• 13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.

Sisi Piramida Masonik, angka 13 terdapat di:
• 13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
• 13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
• 13 lapisan batu yang membentuk piramida.

Selain itu, di sisi belakang lambang negara AS ini, jelas-jelas berbentuk Piramida Yahudi yang lebih popular diistilahkan dengan The All Seing Eyes Pyramid.

Di dasar piramida terdapat angka Romawi yang jika diterjemahkan ke dalam tulisan latin memiliki makna 1776, tahun kemerdekaan negara AS. Lapisan batu yang membentuk piramida ada 13 lapis yang menyimbolkan ke-13 suku Yahudi.

Di atas puncak piramida yang belum jadi, bertahta All Seing Eyes, mata Dewa Horus, salah satu Dewa Utama dalam kepercayaan paganisme dan Kabbalah.

Tahun kemerdekaan Amerika Serikat memang tahun 1776 atau dalam tulisan Romawi MDCCLXXVI. Namun menurut banyak Simbolog, yakni para pakar ilmu simbol, angka Romawi tersebut sebenarnya mengandung kode tersembunyi yang merujuk pada angka satanisme yakni 666. Bagaimana membacanya?

Menurut mereka, dalam nilai jumlah besar, kadangkala huruf ‘M’ tidak disertakan dan hanya merupakan ‘penghias’. Sebab itu yang tinggal hanya DCCLXXVI yaitu D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V = 5, dan I = 1.

Mari kita hitung: DC = 600, LX=60, dan VI=6, jadi 666. Mark of the Beast atau dalam bahasa pakar Alkitab juga disebut sebagai The Evil Trinity, Trinitas Iblis!. Inilah Amerika Serikat. (Rz)

sumber: zilzaal

Senin, 13 Mei 2013

Rahasia Dibalik Kejahatan Yahudi Kepada Kaum Muslimin


Rahasia Dibalik Kejahatan Yahudi Kepada Kaum Muslimin. Ide mendirikan negara Yahudi dalam perkembangan gerakan Zionis, sebenarnya banyak dipengaruhi oleh Theodore Herzl. Dalam tulisannya, Der Jadenstaat (Negara Yahudi), dia mendorong organisasi Yahudi dunia untuk meminta persetujuan Turki Usmani sebagai penguasa di Palestina agar diizinkan membeli tanah di sana. Kaum Yahudi hanya diizinkan memasuki Palestina untuk melaksanakan ibadah, bukan sebagai komunitas yang punya ambisi politik (lihat: Palestine and The Arab-Israeli Conflict, 2000: 95). Keputusan ini memicu gerakan Zionis radikal. Bersamaan dengan semakin melemahnya pengaruh Turki Usmani, para imigran Zionis berdatangan setelah berhasil membeli tanah di Palestina utara. Imigrasi besar-besaran ini pun berubah menjadi penjajahan tatkala mereka berhasil menguasai ekonomi, sosial dan politik di Palestina dengan dukungan Inggris (Israel, Land of Tradition and Conflict, 1993:27).

Berakhirnya Perang Dunia I, Inggris berhasil menguasai Palestina dengan mudah. Sherif Husein di Mekah yang dilobi untuk memberontak kekuasaan Turki juga meraih kesuksesan. (1948 and After: Israel and Palestine, 1990:149). Rakyat Palestina semakin terdesak dan menjadi sasaran pembantaian. (2000:173). Agresi Zionis terus berlanjut, 360 desa dan 14 kota yang didiami rakyat Palestina dihancurkan dan lebih 726.000 jiwa terpaksa mengungsi.

Akhirnya pada Jumat, 14 Mei 1948, negara baru Israel dideklarasikan oleh Ben Gurion, bertepatan dengan 8 jam sebelum Inggris dijadwal meninggalkan Palestina. Untuk strategi mempertahankan keamanannya di masa berikutnya, Israel terus menempel AS hingga berhasil mendapat pinjaman 100 juta U$D untuk mengembangkan senjata nuklir.

Elisabeth Diana Dewi dalam karya ilmiahnya, The Creation of The State of Israel menguraikan bahwa secara filosofi, negara Israel dibentuk berdasarkan tiga keyakinan yang tidak boleh dipertanyakan: (a) tanah Israel hanya diberikan untuk bangsa pilihan Tuhan sebagai bagian dari Janji-Nya kepada mereka. (b) pembentukan negara Israel modern adalah proses terbesar dari penyelamatan tanah bangsa Yahudi. (c) pembentukan negara bagi mereka adalah solusi atas sejarah penderitaan Yahudi yang berjuang dalam kondisi tercerai berai (diaspora). Maka, merebut kembali seluruh tanah yang dijanjikan dalam Bibel adalah setara dengan penderitaan mereka selama 3000 tahun. Oleh sebab itu, semua bangsa non-Yahudi yang hidup di tanah itu adalah perampas dan layak untuk dibinasakan.

Yahudi dalam Al-Quran
Fakta fenomenal saat ini yang menggambarkan arogansi, kecongkakan dan penindasan Yahudi terhadap kaum muslimin adalah hikmah yang harus diambil dari Firman-Nya: Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS.17:4). Dalam tafsir Jalalayn dijelaskan bahwa maksud fil ardhi dalam ayat itu adalah bumi Syam yang meliputi Suriah, Palestina, Libanon, Yordan dan sekitarnya.

Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah Yahudi. Bahkan nabi-nabi mereka, seperti Nabi Zakariya dan Nabi Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (QS.4:157). Inilah di antara makna bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap kaum beriman ialah orang Yahudi dan musyrik (QS. 5:82).

Penolakan janji Allah (QS. 5:21-22) yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi Musa, membuktikan sebenarnya Yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak terhadap dunia dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Bahkan QS. 5:24 menggambarkan bahwa mereka tidak butuh tanah yang dijanjikan dan tidak ingin merdeka selama masih ada sekelompok orang kuat yang tinggal di sana. Lalu mereka meminta Nabi Musa dan Tuhannya berperang sendiri.

Oleh karena itu Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum Yahudi. Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (QS. 2:74). Keras hati kaum Yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (QS. 5:24).

Dua Belas Kejahatan Yahudi
Dalam buku Qabaih al-Yahud dijelas 12 kejahatan Yahudi yang termaktub dalam Al-Quran. Kejahatan itu adalah sebagai berikut:


Menuduh Nabi Musa punya penyakit kusta karena tidak mau mandi bersama mereka. (QS. 33:69)
Enggan melaksanakan Taurat, sehingga Allah mengangkat gunung Tursina untuk mengambil perjanjian yang teguh. (QS.2:93)
Tidak mau beriman kecuali jika melihat Allah langsung. (QS. 2:55 dan 4:153)
Merubah perintah agar masuk negeri yang dijanjikan seraya bersujud dan mengucapkan hithah, yakni memohon ampunan. Tapi mereka mengganti perintah itu dengan cara melata di atas anusnya dan mengatakan hinthah, yakni sebutir biji di rambut. (QS. 2:58-59
Menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina. (QS. 2:67)
Menulis Alkitab dengan tangan mereka, lalu mengatakan ini dari Allah. (QS. 2:79)
Memutar-mutar lidahnya untuk menyakinkan bahwa yang dibacanya itu adalah wahyu yang asli. (QS. 3:78)
Merubah Firman Allah. (QS.2:75)
Menyembah patung sapi saat ditinggal Nabi Musa mengambil Taurat. (QS.2: 51 dan 92)
Mengatakan Tangan Allah terbelenggu. (QS.5:64)
Menuduh Allah itu faqir. (QS. 3:181)
Menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk mereka (QS.5:24)
Di samping itu, sosok nabi yang seharusnya dijadikan suri tauladan, justru dinistakan. Nabi Ibrahim dalam Kejadian pasal 12:10-16 dan 20:1-14, dikisahkan sebagai orang yang hina, menjijikkan dan rakus harta benda. Beliau dituduh menjual isterinya yang cantik demi meraih keuntungan. Kitab suci mereka tidak pernah menceritakan beliau sebagai Nabi pemberani yang menghancurkan patung meskipun harus dilemparkan kedalam api, menyeru ayah dan kaumnya meninggalkan kemusyrikan. Kisah memilukan juga menimpa Nabi Luth. Dalam Kejadian Pasal 19:30-38, beliau dikisahkan menzinahi kedua putrinya dalam keadaan mabuk.

Islam adalah musuh permanen bagi Yahudi dan Nasrani. Sebab Islam adalah satu-satunya agama yang kitab sucinya mengoreksi langsung kesalahan dua agama itu. Ibarat seorang adik, ia berani membongkar kejahatan kedua kakaknya. Oleh sebab itu, kedengkian mereka tidak akan padam dan masih eksis dalam kajian-kajian mereka. Contoh kedengkian intelektual ini seperti klaim bahwa Al-Quran banyak dipengaruhi kosa kata Ibrani, seperti diungkapkan Adnin Armas dalam bukunya Metodologi Bibel dalam Studi Al-Quran. Klaim ini dicetuskan oleh Abraham Geiger (1810-1874), seorang rabi dan pendiri Yahudi Liberal di Jerman dalam karyanya, Apa yang telah Muhammad pinjam dari Yahudi?

Jauh sebelumnya, Imam Syafi’i telah menolak tudingan semisal itu dan menguatkan bahwa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Sebab semua lafadz dalam Al-Quran mustahil tidak dipahami oleh semua orang Arab, meskipun sebagian lafadz itu ada yang tidak dimengerti oleh sebagian orang Arab. Hal ini mengingat luasnya samudera bahasa Arab, bukan karena kata itu tidak berasal dari bahasa Arab. Karena kata-kata yang dituduhkan asing itu telah menjadi bahasa Arab, dikenal dan telah digunakan oleh masyarakat Arab sebelum turunnya Al-Quran.

Anehnya, virus Geiger kini berkembang subur di sebagian umat. Pengacauan studi Islam dan maraknya franchise-franchise hermeneutika untuk menafsirkan Al-Quran di sebagian institusi pendidikan tinggi Islam sangat potensial melemahkan akidah dan ukhuwah. Fenomena ini perlu dipertimbangkan para tokoh umat di samping fatwa tentang pemboikotan produk Israel dan Amerika.

Inilah Sosok Yahudi Di Balik Pembakaran Al Aqsha Pertama Kali


“KETIKA Masjidil Aqsa dibakar,” ujar Golda Meir, “aku tidak tidur semalam suntuk karena aku mengira bahwa bangsa Arab akan memasuki Palestina secara berbondong-bondong.”

Tapi Meir salah. Pagi harinya, ternyata tidak terjadi sesuatu. Tak ada orang Arab. Tak ada siapapun yang datang. Semuanya, buat Meir, baik-baik saja.

Meir membakar Masjid Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969.

“Itu hari terberat dalam pemerintahanku,” ungkap Meir, Perdana Menteri Israel keempat dan menjadi Perdana Menteri perempuan Israel pertama kalinya, “namun itu adalah hari termudah dalam pemerintahanku.”

Meir adalah salah satu dari ke-24 deklarator berdirinya negara Israel.  “Itu adalah hari-hari yang kulalui pasca pembakaran (masjid Al-Aqsha) tersebut.”



Itu adalah hari Kamis. Hari yang begitu bersejarah. Itulah hari ketika salah satu kiblat pertama umat Islam itu dibakar. Ketika mimbar kebanggaan Sang Penakluk al-Quds, Sultan Shalahuddin, tak sempat lagi diselamatkan. Hangus bersama kobaran api yang melahap Masjid Umar, mihrab Zakariya, Maqam Arbain, tiga koridor masjid, dan kubah kayu bagian dalam masjid. 48 unit jendela masjid pun hancur berkeping-keping bersama ambruknya atap masjid. Dinding dan mihrab masjid langsung menderit hebat.

Api pertama kali dikobarkan oleh seorang zionis berkebangsaan Australia, Michael Dennis Rohan, dengan dibantu oleh orang-orang Yahudi lainnya.

Kobaran api pertama ini menandai proyek terpadu yahudisasi al-Aqsha dan Al Quds. Dari bawah digerogoti; puluhan galian dan terowongan Yahudi mengancam robohnya pondasi al-Aqsha. Di atas, gelegar jet-jet tempur Zionis dengan intensitas dahsyat suara memekakkannya selalu siap menggedor kekokohan bangunan masjid. Sementara di darat, serbuan gerombolan-gerombolan Zionis-Israel tak pernah mengenal kata henti. Berbagai rupa penodaan, penistaan, dan makar untuk menghancurleburkan al-Aqsha bertubi-tubi terus dilancarkan.

MENELUSURI TOKOH YAHUDI DIBALIK TRAGEDI HOLOCAUST DAN KONTROVERSIYA


Karl Haushofer adalah Seorang Profesor Yahudi yang terkenal dengan teori “The Heartland Theory” dan merupakan teman akrab dari pemimpin Nazi Adolf Hitler, dari situ Haushofer bisa mempengaruhi Hitler dengan menyodorkan teori-teorinya, diantaranya teori geopolitik dan juga teori ras unggul bangsa Arya dan yang paling mengejutkan sekaligus mengerikan Haushofer ternyata juga punya andil sangat besar dalam kasus pengejaran dan pembunuhan orang-orang Yahudi yang dilakukan Nazi-Jerman dalam Perang Dunia II yang dikenal dalam peristiwa Tragedi Holocaust.

Holocaust sendiri merupakan genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II.



Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai "Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi". Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi. Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi "tidak disukai" antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah's Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom dan Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.


Kembali kita ke tokoh Yahudi Karl Haushofer.
Mengapa Karl Haushofer yang seorang Yahudi bisa dengan kejamnya menghasut Nazi untuk melakukan pembantaian terhadap kaumnya sendiri?. Apa alasan dibalik pembantaian tersebut?.

Karl Ernst Haushofer lahir di Munich, Bavaria (Jerman), pada 27 Agustus 1869. Dia terlahir dari keluarga Yahudi Jerman, dari pasangan Max Haushofer, seorang ekonom, dan Frau Adele Haushofer.
Pada masa mudanya Haushofer di kenal oleh teman-temannya dan juga Martha Mayer Doss yang akhirnya menjadi istri dari Haushofer sebagai pemuda yang berpikiran sangat kritis, mengenyam pendidikan sampai tingkat atas. Lulus dari sekolah tingkat atas, Karl muda mendaftar sebagai tentara Bavaria. Karir di dinas ketentaraan, Karl menamatkan pendidikan di Lembaga Pendidikan Ketentaraan Bavaria (Kriegschule), Akademi Artileri (Artillerieschule), dan Bavarian War Academy (Kriegsakademie). Kemudian tahun 1896 Karl muda menikah dengan Martha Mayer Doss, juga seorang Yahudi.

Setelah menikah Haushofer meneruskan pendidikannya hingga menjadi perwira tinggi dan berdinas di Angkatan Perang Kerajaan Jerman dean karena kecakapannya karir Haushofer melejit hingga menduduki jabatan sebagai Staff Corp di tahun 1899. Bahkan pada tahun 1903, Karl Haushofer diangkat menjadi tenaga pengajar di Bavarian Kriegsakademie.

Tahun 1908, Haushofer dikirim ke Jepang guna mempelajari sistem ketentaraan di negeri Matahari Terbit itu. Di Jepang, Haushofer juga didaulat menjadi instruktur resimen artileri tentara Nippon. Dari Jepang, Haushofer yang menguasai banyak bahasa asing selain Jerman, seperti Inggris, Perancis, dan Rusia, ditugaskan melawat ke beberapa negara Timur Jauh seperti Korea, India, Tibet, Cina dan beberapa negara Asia lainnya.

Selama bertugas di Timur Jauh inilah, Haushofer yang memang telah lama tertarik dengan ajaran-ajaran mistis dari Timur melanjutkan penelitiannya. Dia juga menerjemahkan beberapa literatur Budhisme dan Hindu. Menurut sejumlah peneliti, ketertarikan Haushofer terhadap ajaran mistis-esoteris bukan tanpa sebab. Latar belakang keluarganya dipercaya memang telah bersentuhan dengan hal-hal seperti ini. Haushofer merupakan salah satu tokoh dari sebuah persaudaraan mistis pemuja setan yang lebih di kenal dengan ajaran Kabbalah, inilah yang membentuk kepribadian Karl Haushofer.

Dari perjalanannya keliling Timur Jauh inilah, Haushofer kemudian memperkenalkan sebuah Teori Geo-Politik yang dinamakan “The Heartland Theory” yang intinya berbunyi: “Siapa pun yang bisa menguasai Heartland maka ia akan mampu menguasai World Island”.
Heartland atau jantung bumi menurut Haushofer merupakan sebutan bagi wilayah Asia Tengah, dan World Island mengacu pada kawasan Timur Tengah. Kedua kawasan itu merupakan kawasan kaya minyak bumi dan juga gas.

Teori ini sesungguhnya bukan otentik dari Haushofer, namun adaptasi dari Sir Alfrod McKinder (1861-1947), seorang pakar geopolitik asal Inggris terkemuka abad ke-19.
Yang pada masa sekarang ini oleh seorang sarjana Amerika bernama Nicholas Spykman, menambahkan teori ini dengan mengatakan, “Siapa pun yang bisa menguasai World Island, maka ia menguasai dunia.”

Jadi apa yang kita lihat saat ini di Milenium ketiga, bahwa teori ini juga dianut oleh Gedung Putih dan merupakan tujuan bagi masa depan Amerika, sehingga bisa kita ketahui beberapa presiden Amerika dimulai dari Bush sampai Obama mereka berambisi menguasai Afghanistan, Irak, dan negeri-negeri sekitarnya melalui teori tersebut.



Bagaimanakah Karl Haushofer bisa menjadi otak dari peristiwa Holocaust yang mengerikan tersebut?.

Karl Haushofer dikenal dekat dengan perwira-perwira Jerman, bahkan dikabarkan berkawan akrab dengan dua tokoh Nazi, Adolf Hitler dan Sekretarisnya, Rudolf Hess. Kepada Hitler, Haushofer menyodorkan teori geopolitik dan juga teori ras unggul bangsa Arya.

Buku karangan Hitler yang diasisteni Hess berjudul “Mein Kampf” (Perjuanganku, 1926)—buku ini menjadi buku suci Partai Nazi—dilatarbelakangi teori yang dikemukakan Haushofer. Menurut Haushofer, agar bangsa Jerman bisa menjadi bangsa terkuat di dunia, maka ras Arya harus memurnikan dirinya dan menyingkirkan semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini. Teori Charles Darwin yang juga seorang Yahudi pun dikemukakan oleh Haushofer sehingga Adolf Hitler menjadi semakin jatuh dalam pengaruhnya.

Berkat pengaruh dari Haushofer inilah, ketika Nazi berkuasa, maka dilakukan pemurnian ras Arya secara besar-besaran. Semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini dikejar-kejar dan dihancurkan, secara khusus orang Yahudi yang memang banyak mendiami wilayah Jerman menjadi target utama.
Masa lalu Hitler yang memiliki hubungan yang buruk dengan orang Yahudi menambah kebenciannya terhadap bangsa yang satu ini. Secara diam-diam Haushofer memprovokasi Hitler agar terus mengejar dan mengusir orang-orang Yahudi dari Jerman dan kawasan sekitarnya.

Mengapa seorang Haushofer yang juga Yahudi Jerman berbuat seperti ini?.

Jawabannya bisa ditemukan dalam sebuah pertemuan rahasia 13 keluarga berpengaruh Yahudi di Judenstaat, Frankfurt, Bavaria, di kediaman Sir Mayer Amschell Rothschild pada tahun 1773. Saat itu Rotshchild melontarkan dua rencananya.

Pertama, menyusun 25 program penguasaan dunia yang kemudian kita kenal sekarang sebagai Protokolat Zionis.

Yang kedua, Rotshchild menyebut nama Adam Weishaupt—seorang mantan Yesuit—untuk mendirikan dan memimpin organisasi konspiratif modern bernama Illuminati.

Pertemuan Frankfurt ini menyepakati, mereka harus menemukan kembali harta karun King Solomon yang mereka yakini terbenam dalam reruntuhan Haikal Sulaiman yang ada di bawah Masjidil Aqsha di Yerusalem. Caranya adalah dengan merebut Yerusalem dari tangan bangsa Palestina yang sudah ribuan tahun mendiaminya.

Karena itu seorang tokoh Yahudi bernama Theodore Hertzl ditugaskan menemui Sultan Abdul Hamid II yang kala itu menjadi Khalifah Turki Utsmaniyah agar mau menyerahkan Tanah Palestina bagi bangsa Yahudi. Sultan Abdul Hamid II menolak mentah-mentah permintaan ini walau kemudian Hertzl mengiming-imingi Sultan dengan harta berlimpah. Namun dengan keteguhannya Sultan Abdul Hamid II tidak bergeming sedikit pun. “Selama jantungku masih berdetak dan darahku masih mengalir, aku haramkan Tanah Palestina bagi kalian wahai Yahudi, ” demikian jawaban dari Sultan Abdul Hamid II.

Akibatnya Hertzl dan petinggi Yahudi geram dan membuat satu strategi untuk meruntuhkan khilafah dengan memunculkan seorang Turki Muda bernama Mustafa Kemal Attaturk. Dengan kekejian dan kelicikannya Sultan Abdul Hamid II pun tersingkir. Kekhalifahan Turki Utsmani dibubarkan, dan Mustafa Kemal Attaturk menjadi pemimpin Turki dan mensekulerkan negeri itu. Satu penghalang telah tumbang. Walau demikian Yerusalem belum bisa diduduki.

Theodore Hertzl kemudian menyelenggarakan Kongres Internasional Zionisme (1897) yang diselenggarakan di Basel, Swiss. Kongres ini menyepakati bahwa seluruh Yahudi-Diaspora, istilah bagi orang-orang Yahudi yang masih terserak di seluruh dunia, agar secepatnya melakukan imigrasi ke Promise Land atau yang menurut mereka Kota Suci Yerusalem. Seruan Kongres Internasional Zionis ini tidak ditanggapi dengan antusias. Banyak keluarga Yahudi yang sudah mapan di Eropa dan Amerika enggan pindah ke Yerusalem. Meraka menolak seruan itu walau para ketua Zionis memaksanya.

Akhirnya tidak ada jalan lain, imigrasi Yahudi ke Palestina harus melalui jalan paksaan. Harus ada satu kondisi yang memaksa orang-orang Yahudi-Diaspora agar mau pindah ke Palestina.
Dan tugas tersebut ada pada Karl Haushofer yang di anggap sangat mengusai keadaan pada masa itu.

Akhirnya Haushofer berhasil dengan gemilang mendekati Hitler dan kemudian—tanpa disadari—ulah Nazi mengejar-ngejar orang Yahudi mengakibatkan banyak orang Yahudi yang kabur dari negerinya dan berbondong-bondong ke Palestina.

Namun ini yang sangat menyesakkan bagi bangsa Yahudi Eropa, bagaimana mungkin seorang Karl Haushofer yang berdarah Yahudi mampu melakukan pembantaian berdarah terhadap kaumnya sendiri melalui tentara Nazi karena alasan untuk menduduki tanah Palestina.

Seperti yang telah dikemukakan oleh Norman Finkeltstein dalam “The Holocaust Industry” atau Frederich Toben, peristiwa Holocaust sesungguhnya didalangi oleh kaum Zionis-Yahudi guna memaksa orang-orang Yahudi lainnya agar mau pindah ke Palestina, lewat tangan Adolf Hitler.
Bahkan Norman Finkelstein yang juga berdarah Yahudi menentang cara-cara kotor Zionis ini. Dalam bukunya, Finkelstein membongkar mitos Holocaust dan menyebutnya sebagai proyek pemerasan yang dilakukan Zionis terhadap negara-negara Eropa dan juga dunia, dengan mengorbankan kaum Yahudi Eropa yang sebenarnya enggan untuk ke Palestina.



Namun tidak sedikit yang beranggapan kalau  Holocaust hanya sebuah peristiwa yang diciptakan untuk tujuan tertentu. Pengingkaran holocaust atau holocaust dinilal adalah kepercayaan bahwa Holocaust tidak pernah terjadi, atau jauh lebih sedikit dari 6 juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi; dan bahwa tidak pernah ada rencana terpusat untuk memusnahkan bangsa Yahudi; atau bahwa tidak ada pembunuhan masal di kamp-kamp konsentrasi.

Mereka yang percaya akan hal ini biasanya menuduh bangsa Yahudi atau kaum Zionis mengetahui hal ini dan mengadakan konspirasi untuk mendukung agenda politik mereka. Karena Holocaust dianggap ahli-ahli sejarah sebagai salah satu kejadian paling banyak didokumentasikan dalam sejarah, pandangan-pandangan ini tidak dianggap kredibel, dengan organisasi-organisasi seperti American Historical Association mengatakan bahwa Holocaust denial sebagai "at best, a form of academic fraud."
Ini yang membuat pernyataan holocaust denial di muka umum merupakan pelanggaran hukum di sepuluh negara Eropa, termasuk Perancis, Polandia, Austria, Swiss, Belgia, Romania, dan Jerman.

Holocaust deniers lebih suka disebut Holocaust "revisionists". Kebanyakan ahli sejarah mengatakan bahwa istilah ini menyesatkan. Historical revisionism adalah bagian dari ilmu sejarah; yaitu penyelidikan ulang dari accepted history (sejarah yang sudah diterima secara umum) dengan tujuan untuk lebih memperjelas peristiwa tersebut. Sebaliknya, negationist dapat secara sengaja menggunakan catatan sejarah yang salah; seperti ditulis Gordon McFee: "Revisionists depart from the conclusion that the Holocaust did not occur and work backwards through the facts to adapt them to that preordained conclusion. Put another way, they reverse the proper methodology ... thus turning the proper historical method of investigation and analysis on its head."

Public Opinion Quarterly juga menyimpulkan: "Tidak ada ahli sejarah terkemuka yang mempertanyakan kenyataan Holocaust, dan mereka yang mendukung Holocaust denial kebanyakan adalah anti-Semit dan/atau neo-Nazi”.
Holocaust denial sangat populer dalam penentang-penentang Israel dari kaum Muslim karena memang banyak bukti yang dikeluarkan oleh ilmuwan barat sendiri yang menjelaskan kebohongan holocaust ini.
Disertasi doktor Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, meragukan bahwa kamar gas digunakan untuk membunuh orang-orang Yahudi dan mengatakan bahwa jumlah orang Yahudi yang dibunuh dalam Holocaust kurang dari 1 juta jiwa. Abbas belum pernah menyatakan pandangan ini sejak ditunjuk menjadi Perdana Menteri Palestina pada tahun 2003, dan telah membantah bahwa ia adalah seorang Holocaust denier.
Pada akhir 2005, presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menggambarkan Holocaust sebagai "mitos pembantaian orang Yahudi."

Sebenarnya dari kalangan ilmuwan barat sendiri ada beberapa yang menyangkal adanya Holocaust, di antaranya: Pengarang Perancis Roger Garaudy, Professor Robert Maurisson, Ernst Zundel, David Irving, dll. tetapi hampir semuanya dinyatakan bersalah dan dijebloskan kedalam penjara termasuk Pada 15 Feb 2007, Ernst Zundel seorang Holocaust denier dihukum 5 tahun penjara . Seorang pengacaranya, Herbert Schaller, menghujah bahwa semua bukti tentang adanya Holocaust hanya berdasarkan pengakuan korban-korbannya saja, bukan berdasarkan fakta-fakta yang jelas. Ernst Zundel ini juga pernah ditahan pada tahun 1985, dan 1988 dalam kasus yang sama.

Semua hal di atas sangat kontras dengan slogan negara-negara barat sendiri yang menyatakan kebebasan berpendapat apalagi disertai bukti-bukti ilmiah tentang kebohongan Holocaust terutama digunakannya kamar gas oleh Nazi di Polandia, tetapi begitu menyinggung masalah yang menggugat hal ini mereka langsung memberangus habis penentang-penentangnya sehingga banyak kalangan menilai adanya lobby Yahudi yang berdiri dibelakangnya dalam mempengaruhi putusan pengadilan.